**Cerita Seks Rina & Andi – Malam Penuh Ngentot Gila**
**Cerita Seks Rina & Andi – Malam Penuh Ngentot Gila**
Malam itu apartemen Andi terasa panas meski AC nyala full. Rina, cewek 23 tahun berbadan molek, masuk ke kamar hanya memakai tanktop ketat tanpa bra dan rok pendek yang hampir menutupi pantatnya yang montok. Teteknya yang ukuran 36E bergoyang-goyang setiap langkah, puting cokelatnya sudah kelihatan menonjol menusuk kain tipis. Memeknya sudah basah dari tadi, celana dalamnya lengket karena cairan kental yang terus keluar setiap memikirkan kontol Andi.
Andi sudah duduk di tepi kasur, celananya sudah diturunkan. Kontolnya yang 21 sentimeter, tebal, berurat besar, dan kepala merah mengkilap sudah berdiri tegak, nadi-nadinya berdenyut-denyut. "Sini lo, pelacur," katanya kasar sambil menatap Rina dengan mata lapar. "Tetek sama memek lo udah bikin kontol gue ngaceng dari sore."
Rina langsung merangkak ke atas kasur, matanya tidak lepas dari batang daging tebal itu. "Gede banget kontol lo, Di… Tiap liat ini memek gue langsung banjir." Ia membuka mulutnya lebar, langsung menelan kepala kontol Andi sampai ke tenggorokan. Gluk… gluk… gluk… Suara isapan basah dan mesum langsung memenuhi kamar. Air liur Rina menetes deras membasahi bola-bola Andi yang besar dan penuh sperma.
Andi memegang rambut Rina kuat-kuat, mendorong kepalanya lebih dalam sampai hidung Rina menempel di perutnya. "Hisap lebih dalam, jalang! Isap kontol master lo sampe kerongkongan lo penuh!" Rina tersedak, tapi semakin semangat. Lidahnya menjilat urat-urat tebal itu, mulutnya mengocok batang kontol sambil tangannya meremas dan memilin bola Andi.
Setelah puas menikmati mulut Rina yang panas dan basah, Andi menarik cewek itu dan membantingnya ke kasur. Ia merobek tanktop Rina sampai sobek, tetek besar itu langsung melompat keluar, bergoyang liar. Andi langsung menampar tetek Rina keras-keras. Plak! Plak! Plak! "Tetek lo emang bahan ngentot, besar, kenyal, dan putingnya selalu ngaceng kayak pelacur murahan."
Ia mengisap puting Rina dengan rakus, menggigit, menjilat, sambil tangan satunya meremas memek Rina yang sudah banjir. Jari tengahnya masuk dalam-dalam, mengaduk-aduk dinding memek yang licin dan panas. "Memek lo becek banget, Rin. Cairan lo udah netes-netes ke kasur. Lo emang selalu siap di ecek kontol gue ya?"
Rina menggelinjang, pinggulnya bergerak-gerak minta lebih. "Iya… aku pelacur lo, Di. Memek aku cuma buat kontol lo. Masukin sekarang… aku udah gila mau di ngentot!"
Andi tidak sabar lagi. Ia membuka paha Rina lebar-lebar sampai lututnya hampir menyentuh dada. Kepala kontolnya yang besar menggesek bibir memek Rina yang sudah terbuka dan mengkilap. Lalu dengan satu dorongan kuat, **plung!** seluruh kontolnya masuk sampai pangkal.
"Aaaahhhhhh! Besar… kontol lo bikin memek aku robek!" jerit Rina.
Andi langsung ngentot dengan ganas. Gerakan pinggulnya cepat dan kuat, setiap hantaman membuat tetek Rina bergoyang liar seperti jelly. Suara **plok-plok-plok-plok** tabrakan kulit paha dan pantat memenuhi kamar. Memek Rina mengeluarkan bunyi berdecit basah setiap kontol masuk keluar.
"Enak memek lo, sempit, panas, dan nyedot kontol gue!" Andi mengerang sambil meremas tetek Rina. Ia menjepit puting Rina dan menariknya, membuat Rina semakin gila.
"Goyang pinggul lo, jalang! Minta kontol lebih dalam!" perintah Andi.
Rina mengangkat pantatnya, membiarkan kontol Andi menghantam serviksnya berulang kali. "Dalem… dalem banget… kontol lo nyodok rahim aku! Aku mau cum… mau squirt!"
Andi mempercepat ritme, mengentot seperti mesin. Tangan kanannya menampar klitoris Rina pelan tapi cepat. Rina akhirnya menjerit keras, tubuhnya kejang hebat. Memeknya menyemprot cairan bening panas yang menyembur deras membasahi perut Andi dan kasur.
Tapi Andi belum mau berhenti. Ia membalik tubuh Rina ke posisi doggy. Pantat bulat Rina yang putih dan mulus terangkat tinggi. Lubang memeknya masih terbuka, keluar cairan campur putih dari gesekan kontol tadi. Andi menampar pantatnya keras berkali-kali sampai memerah, lalu memasukkan kontolnya lagi dengan satu hantaman brutal.
"Aaahh! Gila… posisi ini lebih dalem!" Rina menjerit sambil mencengkeram seprai.
Andi memegang pinggang Rina kuat-kuat, ngentot seperti binatang. Setiap dorongan membuat pantat Rina bergoyang dan bergetar. Ia menarik rambut Rina sampai kepalanya mendongak. "Bilang lo pelacur siapa!"
"Aku pelacur Andi! Memek aku milik kontol Andi! Ngentot aku terus… pecahin memek aku!"
Ronde kedua berlangsung lebih lama dan lebih kasar. Andi berganti posisi lagi, kali ini Rina naik ke atas (cowgirl). Cewek itu memompa tubuhnya naik turun dengan liar, teteknya melonjak-lonjak di depan muka Andi. Andi menggigit dan mengisap tetek itu sambil menampar pantat Rina dari bawah.
"Aku mau cum lagi…!" Rina menjerit. Memeknya kembali kejang, menyemprot untuk kedua kalinya.
Andi tidak tahan lagi. "Gue mau ngeluarin di dalam! Terima mani gue, pelacur!"
Ia mendorong pinggulnya ke atas sekuat tenaga, kontolnya berdenyut-denyut di dalam memek Rina. Semprotan sperma panas, kental, dan banyak sekali menyembur deras ke dalam rahim Rina. Satu… dua… tiga… empat kali denyutan kuat. Mani Andi memenuhi memek Rina sampai meluber keluar dari pinggir kontol yang masih tertanam dalam.
Mereka terengah-engah, tapi nafsu mereka belum padam. Setelah istirahat lima menit, Rina sudah berlutut lagi, membersihkan kontol Andi yang kotor oleh campuran cairan memek dan sperma dengan mulutnya. Ia menjilat dari bola sampai ujung, menelan semua yang tersisa.
"Andi… lubang pantat aku juga mau," bisik Rina dengan suara mesum.
Andi tersenyum iblis. Ia melumasi kontolnya yang masih keras dengan cairan memek Rina, lalu pelan-pelan memasukkan ke lubang pantat yang sempit itu. Rina menjerit campur enak dan sakit. "Pelan… ahh… besar… tapi enak… sodomi aku lebih dalam!"
Akhirnya
Komentar
Posting Komentar