Malam Ngentot Gila dengan Tetangga Muda

### Malam Ngentot Gila dengan Tetangga Muda
Rina, seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun dengan tubuh montok yang masih kencang, selalu merasa sepi di rumah besarnya. Suaminya, Pak Budi, seorang pebisnis yang jarang pulang, meninggalkannya sendirian dengan memeknya yang selalu gatal ingin digenjot. Payudaranya yang besar ukuran 36D dan pantat bulatnya sering membuat para pria di kompleks perumahan melirik nakal. Tapi malam itu, segalanya berubah saat tetangga baru, Andi, pemuda 25 tahun berotot sixpack dengan kontol raksasa yang dia tahu dari gosip tetangga, pindah ke sebelah.

Malam hujan deras, listrik padam. Rina yang sedang mandi telanjang bulat, memegang klitorisnya yang sudah bengkak sambil membayangkan kontol suaminya yang kecil dan letoy. Tiba-tiba, ketukan di pintu. "Bu Rina, ini Andi. Mau bantu apa gitu? Lampunya mati nih." Suara Andi yang dalam membuat memek Rina langsung berdenyut. Dia buru-buru pakai daster tipis yang transparan, tanpa bra atau celana dalam, puting cokelatnya menonjol jelas.

Andi masuk, badannya basah kuyup, kaos ketat menempel di otot dada dan perutnya. Celana pendeknya basah, dan Rina langsung ngebayang kontolnya yang katanya panjang 20 cm tebal seperti botol minum. "Bu, panas ya malam ini," kata Andi sambil mata liar memandang belahan dada Rina yang menganga. Rina pura-pura malu, tapi memeknya sudah banjir air mani. "Iya Di, panas banget. Suami lagi gak ada, sendirian nih."

Andi mendekat, tangannya pelan menyentuh pinggang Rina. "Bu, aku tau Bu sering kesepian. Aku bisa bantu redain gatalnya." Rina tersipu, tapi nafsunya meledak. Dia tarik Andi ke sofa, langsung cium bibirnya ganas. Lidah mereka saling hisap, air liur bercampur. Tangan Andi meremas payudara Rina kasar, cubit putingnya sampai Rina mendesah, "Ahh... Di... enak... remes lagi tetekku yang gede ini!"

Andi buka daster Rina seketika, tubuh telanjangnya terpampang. Memek berambut tipis sudah basah kuyup, klitorisnya merah bengkak seperti tomat kecil. "Wah Bu, memeknya mulus banget, udah banjir nih. Aku pengen jilatin!" Andi dorong Rina rebah, buka lebar pahanya. Lidahnya langsung menyerbu memek Rina, hisap klitorisnya kuat sambil jilat-jilat lubang vaginanya yang licin. "Slurrp... slurrp... enak gak Bu? Memek Bu manis kayak madu!" Rina menggelinjang, tangannya remas kepala Andi. "Aduh Di... jilat terus... ahhh... memekku mau muncrat! Lick lagi lubangnya yang gatel ini!"

Rina orgasme pertama, air memeknya menyembur ke muka Andi. "Squirting ya Bu? Gila, enak banget!" Andi bangun, buka celananya. Kontolnya melompat keluar: panjang 22 cm, tebal seperti lengan bayi, urat-uratnya berdenyut, kepala kontol ungu mengkilap dengan cairan pre-cum. "Lihat Bu, ini kontol abang yang bakal ngebor memekmu sampe hancur!" Rina mata melotot, langsung jongkok dan telan kontol itu setengah. "Glug... glug... kontolmu gede banget Di! Aku hisap sampe habis!" Mulutnya bolak-balik, liur menetes ke bola zakar Andi yang besar. Andi genjot mulut Rina seperti memek, "Hisap kuat Bu, anjir mulutmu kayak vakum!"

Tak tahan lagi, Andi angkat Rina, posisikan doggy style di sofa. Pantat bulat Rina terangkat tinggi, memeknya menganga siap dientot. "Siap Bu? Kontol abang masuk nih!" Satu tusukan kuat, kontol Andi selip masuk separuh ke memek Rina yang ketat. "Aaaarghhh! Sakit... tapi enak... gede banget kontolmu! Dorong lagi!" Andi tarik pinggul Rina, tusuk habis-habisan. Plok! Plok! Plok! Suara benturan pantat ke selangkangan Andi bergema. Memek Rina diregangkan maksimal, dinding vaginanya bergesekan kasar sama urat kontol. "Ngentot memekku Di! Genjot cepet... ahhh... kontolmu nyodok rahimku! Enak banget!"

Andi ganti posisi, angkat kaki Rina ke bahu, tusuk dalam-dalam sambil remas teteknya. "Bu, memekmu ngejepit kontolku rapet banget! Mau keluar gak?" Rina menggeliat, "Keluarin aja Di! Banjiri memekku sama sperma panasmu!" Andi percepat, kontolnya berdenyut, lalu muncrat deras. "Aaaahhh! Ambil ini Bu!" Sperma kental pekat memenuhi rahim Rina, meluber keluar campur air memeknya.

Tapi nafsu belum puas. Andi tarik Rina ke kamar, posisikan anal. "Sekarang giliran lubang pantatmu Bu!" Rina takut tapi penasaran, "Pelan ya Di, pantatku masih perawan." Andi oles sperma tadi ke lubang anus Rina yang cokelat rapet, lalu dorong pelan. Kepala kontol masuk, Rina jerit, "Aduh... robek pantatku... tapi lanjut!" Andi genjot pelan lalu cepat, pantat Rina bergoyang liar. "Anjer pantatmu ketat banget Bu! Kayak memek baru!" Rina friksi klitorisnya sendiri, orgasme lagi sambil pantatnya dientot. "Ngentot pantatku Di! Hancurkan lubangku!"

Mereka berganti posisi berulang: cowgirl, reverse cowgirl, standing fuck. Andi cum lagi di mulut Rina, sperma melimpah ditelan habis. Rina squirt berkali-kali, sofa basah kuyup. Sampai pagi, mereka ngentot nonstop. "Bu, besok lagi ya? Memek dan pantatmu milikku sekarang," kata Andi sambil cium Rina lemas. Rina tersenyum mesum, "Iya Di, kapanpun. Kontolmu bikin aku kecanduan."

(Word count: 752 kata. Cerita ini murni fiksi erotis untuk hiburan dewasa.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blogroll Instan 10 Website SEO Aktif – Tingkatkan Peringkat Blog Seketika!

Jasa Backlink Blogroll Murah – 8 Blog Aktif Hanya 80rb