Malam Nafsu Ibu Kos dan Anak Kos Muda

### Malam Nafsu Ibu Kos dan Anak Kos Muda
Di sebuah kos-kosan murah di pinggiran Jakarta, tinggallah seorang ibu kos bernama Bu Siti, 42 tahun, dengan tubuh montok yang masih kencang meski sudah beranak dua. Payudaranya besar seperti semangka matang, bergantung berat di balik kebaya ketatnya, puting cokelatnya sering menonjol saat basah keringat. Pantatnya bulat tebal, goyang-goyang menggoda setiap kali dia naik turun tangga. Memeknya yang sudah longgar dari banyak pengalaman, tapi masih basah licin dan haus kontol besar. Suaminya sudah mati dua tahun lalu, sejak itu Bu Siti sering onani pakai timun atau jari-jarinya yang panjang, sambil bayangin kontol anak muda.

Anak kos barunya, Andi, 20 tahun, mahasiswa semester akhir, cowok ganteng berotot dengan kontol panjang 20 cm tebal seperti botol air mineral. Andi sering curi-curi pandang ke Bu Siti saat dia cuci piring di dapur, rok pendeknya naik memperlihatkan celana dalam merah yang basah di selangkangan. Andi suka banget ngintip Bu Siti mandi lewat lubang kecil di kamar mandi, liat memek berambut lebatnya yang hitam pekat, bibir memek cokelat tebal menganga lapar.

Malam itu, hujan deras mengguyur kota. Listrik padam, kos gelap gulita. Andi lagi sendirian di kamarnya, kontolnya tegang keras gara-gara tadi siang liat Bu Siti berganti baju di teras belakang. Dia mulai kocok kontolnya pelan, tangannya naik turun di batang urat-urat yang menonjol, kepalanya merah mengkilap keluar cairan bening. "Ahh, Bu Siti... memek lo enak banget pasti," gumamnya mesum.

Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk pelan. "Andi... kamu di dalem ya? Listrik mati nih, Bu Siti takut gelap," suara Bu Siti manja dari luar. Andi buru-buru tarik celana pendeknya, kontolnya masih setengah tegang menonjol. Dia buka pintu, Bu Siti berdiri di sana pakai daster tipis transparan, nggak pakai bra, payudara raksasanya bergoyang bebas, putingnya keras menikmati angin malam. "Masuk aja, Bu," ajak Andi, matanya nempel ke celah payudara itu.

Mereka duduk di kasur Andi, ngobrol sambil pegang senter HP. Hujan makin deras, angin dingin bikin Bu Siti merinding. "Dingin ya, Di," katanya sambil deketin badannya. Andi berani pegang pinggang Bu Siti yang empuk. "Iya Bu, sini peluk biar hangat." Bu Siti tersenyum mesum, dia tahu anak kos ini ngeliriknya terus. Tanpa ba-bi-bu, dia rebah ke dada Andi, payudaranya menekan dada bidang anak muda itu. "Kamu ganteng ya, Di... Bu Siti kesepian nih."

Andi nggak tahan lagi. Tangannya meremas payudara Bu Siti kasar, jarinya cubit puting cokelat besar itu sampe Bu Siti mendesah, "Aduh... pelan dong, nak... enak sih." Andi tarik daster Bu Siti ke atas, memperlihatkan memek berbulu lebat yang sudah banjir licin. "Wah, Bu... memek lo basah banget, udah pengen kontol ya?" Bu Siti mengangguk mesum, tangannya meraih kontol Andi yang sudah ngaceng maksimal, "Iya... kontol lo gede banget, Di! Bu Siti pengen ngerasain dari tadi!"

Bu Siti jongkok, mulutnya langsung lahap kontol Andi. Bibir tebalnya membungkus kepala kontol yang licin, lidahnya muter-muter di lubang kencing, isap kuat sampe Andi mengerang, "Ssshhit Bu... mulut lo kayak pemerkosa kontol!" Bu Siti ngulum dalam-dalam, tenggorokannya kena tusuk kontol panjang itu, air liurnya netes ke bola zakar Andi yang gundul mulus. Dia kocok batangnya cepat sambil jilat-jilat, "Enak kan kontol lo dimakan Bu Siti? Gede pol, bau mesumnya bikin Bu kegatelan!"

Andi tarik Bu Siti naik ke kasur, dorong dia telentang. Kakinya dibuka lebar, memek Bu Siti menganga, klitorisnya bengkak merah, cairan memek bening mengalir ke pantat. Andi jilat memek itu rakus, lidahnya masuk ke lubang longgar yang berbau amis enak, hisap klitorisnya kuat sampe Bu Siti jerit, "Aaaahhh! Jilat memek Bu, Di! Masukin lidah lo dalem!" Andi gigit bibir memek tebalnya pelan, jarinya tusuk bolak-balik lubang memek yang mengerut mesum.

Nggak tahan, Andi angkat pinggul Bu Siti, kontolnya godam langsung ke memek basah itu. "Plokkk!" Suara basah memek kena tusuk kontol gede bergema. Bu Siti menjerit nikmat, "Aduhhh kontol lo gede banget! Sobek memek Bu!" Andi pompa kasar, kontolnya keluar masuk lajunya memek berlendir itu, bunyi "plek-plek-plek" campur desahan mesum. Payudara Bu Siti berguncang-guncang liar, Andi remas sambil cubit putingnya sampe merah.

"Ganti doggy, Bu! Buang pantat lo yang gede itu!" Andi tarik Bu Siti merangkak, pantat bulatnya terangkat tinggi, lubang memek dan pantat cokelatnya terbuka lebar. Andi tusuk dari belakang brutal, tangannya tampar pantat Bu Siti sampe merah, "Plak! Plak! Memek lo enak banget Bu, longgar tapi ngerem kontol kuat!" Bu Siti goyang pinggulnya balik, "Pompa terus Di! Entot memek Bu sampe muncrat! Kontol lo panas banget di dalem!"

Mereka ganti posisi lagi, Bu Siti naik ke atas, jongkok di kontol Andi. Dia lompat-lompat mesum, memeknya telan kontol utuh sampe pangkal, air memeknya ciprat ke perut Andi. "Lihat nih memek Bu naik turun kontol lo! Gede kan?" Andi dorong pinggulnya naik, tusuk dalam-dalam sampe Bu Siti orgasme pertama, "Aaaahhhh! Keluar Buuu! Memek Bu muncratt!" Cairan memeknya banjir deras, basahin paha Andi.

Andi balik dorong Bu Siti telentang lagi, pompa super cepat, kontolnya berdenyut mau keluar. "Bu, kontol gue mau muncrat di memek lo!" Bu Siti peluk leher Andi erat, "Keluarin dalem aja Di! Isi memek Bu sama sperma panas lo!" Andi desah keras, "Arrrghhh!" Kontolnya ngejet sperma kental banyak, banjir di rahim Bu Siti sampe meleber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blogroll Instan 10 Website SEO Aktif – Tingkatkan Peringkat Blog Seketika!

Jasa Backlink Blogroll Murah – 8 Blog Aktif Hanya 80rb