Malam Godaan Memek Basah

### Malam Godaan Memek Basah
Di sebuah kosan sempit di pinggiran Jakarta, Rina, seorang mahasiswi berusia 20 tahun dengan tubuh montok seperti buah pepaya matang, sedang kesepian. Payudaranya yang besar, seukuran semangka, selalu bergoyang-goyang saat ia berjalan, membuat para cowok di kampus ngaceng setengah mati. Memeknya yang sudah sering digenjot pacar lamanya, kini terasa gatal dan basah karena lama tak disentuh. Malam itu, hujan deras mengguyur, dan tetangga kosnya, Andi, cowok 25 tahun berotot tebal dengan kontol raksasa sepanjang 20 cm, ketuk pintu kamarnya.

"Rin, pinjem charger dong, batre HP gue abis," kata Andi sambil tersenyum nakal, matanya langsung melirik ke balik kaus tipis Rina yang tak pakai bra. Puting cokelatnya yang mengeras langsung kelihatan, bikin kontol Andi langsung mengeras di celana pendeknya.

Rina membukakan pintu lebar-lebar, "Masuk aja, Mas Andi. Nih charger-nya." Tapi hati Rina berdegup kencang. Ia sudah lama naksir Andi, sering ngintip saat Andi mandi di kamar mandi umum, kontolnya yang hitam panjang bergantung seperti ular kobra siap menerkam.

Andi masuk, tapi bukannya ambil charger, ia langsung peluk Rina dari belakang. "Rin, lo tau gak, gue sering denger lo ngentot sendiri di kamar. Suara desahan lo bikin kontol gue ngaceng terus." Tangan Andi langsung meremas toket Rina yang empuk, jempolnya memilin putingnya keras-keras sampai Rina menggelinjang.

"Ahh... Mas... jangan... aku... ohh kontolmu gede banget rasanya nempel di pantatku," erang Rina sambil meremas-remas kontol Andi yang sudah menonjol seperti besi panas. Ia balik badan, langsung jongkok dan tarik celana Andi. Kontolnya meloncat keluar, urat-uratnya berdenyut, kepalanya merah mengkilap sudah basah precum. "Wah, kontol lo monster banget, Mas! Aku mau hisap!"

Rina langsung melahap kontol Andi seperti pelacur kelas kakap. Mulutnya yang manis membuka lebar, lidahnya menjilati kepala kontol sambil mengisap kuat-kuat. "Slurp... slurp... enak banget kontolmu, Mas. Gede, panjang, bau kejunya bikin memekku banjir." Andi mengerang kesakitan nikmat, tangannya menekan kepala Rina sampai kontolnya masuk ke tenggorokan, bikin Rina tersedak tapi tetep ngulum ganas.

"Gue mau ngentot memek lo sekarang, Rin! Lo kan udah basah kuyup!" Andi angkat Rina, lempar ke kasur seperti boneka sex. Ia sobek celana dalam Rina yang sudah becek, memeknya yang berbulu halus terbuka lebar, bibir memeknya merah montok mengkilap cairan bening. "Memek lo cantik banget, Rin. Sudah nganga minta kontol!"

Andi langsung tusuk kontolnya ke memek Rina tanpa ampun. "Aduh! Sakit tapi enak, Mas! Genjot lebih dalem! Hancurkan memekku!" jerit Rina sambil menggeliat. Kontol Andi menghujam masuk-keluar seperti piston mesin, bunyi 'plek-plek-plek' basah bergema di kamar. Memek Rina meremas kontolnya erat, cairannya menyembur ke mana-mana setiap Andi tarik keluar.

Andi balik badan Rina jadi doggy style, pantat bulatnya terangkat tinggi. Ia tampar pantat Rina merah-merah sambil genjot dari belakang. "Lo pelacur memek enak nih, Rin! Kontol gue mau pecah di dalem lo!" Tangan Andi merogoh klitoris Rina, gosok kasar sambil kontolnya menghantam serviks memeknya. Rina orgasme pertama, memeknya berdenyut-denyut menyemprot air mani wanita ke paha Andi. "Aaaahhh! Keluar, Mas! Memekku muncrat!"

Tapi Andi belum puas. Ia tarik Rina ke lantai, suruh naik ke atasnya. Rina jongkok di atas kontol Andi, memeknya menelan kontol utuh sampai pangkal. "Gue mau liat lo goyang memek lo sendiri!" Rina naik-turun ganas, toketnya berguncang-guncang seperti bola basket, tangan Andi meremasnya kasar sampai susu perahannya keluar sedikit. "Enak banget, Mas! Kontolmu nyodok rahimku! Aku mau hamil sama benihmu!"

Mereka ganti posisi lagi, Andi angkat kaki Rina ke bahu, genjot misionaris brutal. Keringat bercucuran, bau amis memek dan kontol bercampur hujan di luar. "Gue mau sodok pantat lo sekarang, Rin! Lo pernah kena pantat belum?" tanya Andi sambil jilat lubang pantat Rina yang cokelat mungil.

"Belum, Mas! Tapi tusuk aja! Hancurkan duburku!" Rina merem melek. Andi ludahi lubang pantatnya, tusuk pelan dulu kontolnya yang licin memek. "Arghh! Sakit gila, tapi enak! Lebih cepet, Mas! Jadikan gue budak kontolmu!" Andi genjot pantat Rina seperti mesin bor, tangannya cubit klitorisnya sampai Rina orgasme kedua, memeknya kejang tanpa disentuh.

Akhirnya, Andi tarik kontolnya, suruh Rina jongkok buka mulut. "Terima sperma gue, pelacur!" Kontolnya meledak, semprotan sperma kental putih panas menyembur ke muka, mulut, dan toket Rina. "Glug... glug... enak banget sperma lo, Mas. Kaya yogurt hangat!" Rina telan habis, jilat sisa di kontol Andi sampai kinclong.

Mereka ambruk di kasur, napas ngos-ngosan. Tapi Andi belum lemas. "Besok malam gue ajak temen gue, biar lo kena threesome. Memek dan pantat lo bakal robek!" Rina tersenyum mesum, "Siap, Mas. Aku mau jadi pelacur kampus lo seumur hidup."

Hujan masih deras, tapi di kamar itu, badai nafsu baru saja dimulai. Rina tidur dengan memek dan pantatnya perih tapi puas, mimpi tentang kontol-kontol besar yang akan menghujamnya besok. (712 kata)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blogroll Instan 10 Website SEO Aktif – Tingkatkan Peringkat Blog Seketika!

Jasa Backlink Blogroll Murah – 8 Blog Aktif Hanya 80rb