Malam Gila di Kosan Tante Sari
### Malam Gila di Kosan Tante Sari
Di sebuah kosan kumuh di pinggiran Jakarta, hidup seorang pemuda bernama Andi, 22 tahun, mahasiswa IT yang lagi bokek abis. Tubuhnya atletis, kontolnya panjang dan tebal seperti batang kayu jati, selalu berdiri tegak setiap pagi. Tante Sari, pemilik kosan berusia 38 tahun, adalah janda seksi yang tubuhnya masih kencang meski sudah punya dua anak. Payudaranya gede montok seperti semangka matang, pinggul lebar menggoda, dan memeknya yang hitam pekat selalu basah kuyup kalau lagi horny. Rambutnya panjang sebahu, bibir tebal merah, dan matanya liar seperti singa betina lapar kontol.
Malam itu, hujan deras mengguyur kota. Andi baru pulang dari warnet, bajunya basah kuyup menempel di badan kekar. Dia ketemu Tante Sari di teras kosan, lagi nyapu air hujan sambil pakai daster tipis yang transparan. Puting susunya yang coklat besar menonjol jelas, celana dalam merahnya kelihatan samar-samar. "Andi, basah gini loh, masuk aja ke kamar Tante, ganti baju sana," kata Tante Sari sambil melirik kontol Andi yang mulai mengeras di balik celana jeans basah.
Andi nurut, ikut Tante Sari ke kamarnya yang bau amis memek. Kamar Tante penuh poster cowok bugil, dan di kasur ada dildo raksasa 30 cm yang baru dipake. "Ganti aja baju Tante punya, yang gede," goda Tante sambil buka daster pelan-pelan. Tubuhnya telanjang bulat, memeknya berambut lebat basah mengkilap, klitorisnya bengkak seperti kacang polong. Andi langsung ngaceng parah, kontolnya lompat keluar dari celana, panjang 20 cm, urat-uratnya berdenyut, kepalanya merah ungu bocor precum kental.
"Wow, kontolmu gede banget, Andi! Tante pengen nyicipi dari dulu," desah Tante Sari sambil jongkok. Dia pegang batang kontol Andi dengan tangan gemetar, lalu jilat pelan dari pangkal sampai ujung. Lidahnya berputar-putar di kepala kontol, hisap kuat seperti vacuum. "Slurpp... ahh, enaknya kontol muda, bau amis amis manis," katanya sambil masukin seluruhnya ke mulutnya. Andi mengerang, pegang kepala Tante, dorong maju mundur. Mulut Tante penuh air liur campur precum, bunyi "glug glug glug" bergema. Tante batuk-batuk karena kontolnya nyangkut di tenggorokan, tapi dia tetep hisap ganas, telan bolak-balik.
Andi tarik Tante berdiri, remes payudara montoknya keras. Putingnya dia gigit sampe merah, susu Tante keluar sedikit karena dia lagi menyusui bayi. "Aduh, Andi... remes lebih kuat, Tante suka kasar!" Tante dorong Andi ke kasur, naik ke atas badannya. Memeknya dia gesek-gesek ke kontol Andi, cairan memeknya yang kental bening meleleh deras. "Liat nih, memek Tante udah banjir gara-gara kontolmu. Masukin yuk, sobek memek Tante yang longgar ini!"
Andi angkat pinggul Tante, lalu tusuk kontolnya sekaligus ke lubang memek yang licin panas. "Arrrghhh! Gede banget, sobek memek Tante!" jerit Tante Sari, tapi pinggulnya malah goyang liar. Memeknya ketat meski udah melahirkan, dindingnya berdenyut peluk kontol Andi. Andi pompa naik turun ganas, bunyi "plek plek plek" basah campur desahan. Tante loncat-loncat di atasnya, payudaranya bergoyang-goyang seperti bola basket, tangannya remes kontol Andi sambil goyang pinggul bundar.
"Ganti posisi, Tante pengen doggy!" Tante berlutut di kasur, pantatnya yang gede bulat diangkat tinggi. Memeknya terbuka lebar, lubang anusnya coklat kecil mengedip. Andi sodok dari belakang, tangannya tampar pantat Tante sampe merah. "Plak! Plak! Enak kan, Tante mesum?" "Iya, tampar lagi, sobek memek Tante pakai kontolmu yang keras!" Andi tusuk dalam-dalam, bolanya tabrak klitoris Tante, cairan memek muncrat ke mana-mana. Dia colek lubang pantat Tante pakai jari, lalu masukin pelan. "Aduh, pantat Tante perawan loh, Andi... pelan ya!"
Andi tarik kontol dari memek, basah kuyup, lalu tusuk ke anus Tante yang sempit. "Arghhh! Sakit enak, sobek pantat Tante!" Tante jerit kesakitan campur nikmat, tapi dorong mundur pinggulnya. Andi pompa anal ganas, kontolnya keluar masuk lubang pantat yang merah, bunyi "puk puk puk" keras. Memek Tante dia colek pakai jari, orgasme pertamanya datang deras: "Aaaahhh! Tante keluar, muncrat memeknya!" Cairan memeknya semprot seperti air mancur, basahi selimut.
Andi balik Tante, posisi misionaris. Dia angkat kaki Tante ke bahu, sodok memek lagi sambil cium bibir tebalnya. Lidah mereka saling hisap, Tante gigit leher Andi. "Kontolmu bikin Tante gila, Andi! Isi memek Tante sama sperma panasmu!" Andi percepat pompa, kontolnya berdenyut siap ledak. "Tante, gue mau keluar!" "Keluarin di dalem, isi penuh rahim Tante!"
Dengan raungan, Andi muncratkan sperma kental putih pekat ke memek Tante, galonan demi galonan, banjiri rahimnya sampe meluber keluar campur cairan memek. Tante orgasme lagi, tubuhnya kejang-kejang, kuku cakar punggung Andi. Mereka ambruk berpelukan, kontol Andi masih di dalem memek yang berdenyut, sperma netes-netes.
Pagi harinya, hujan reda. Tante Sari bangun duluan, hisap kontol Andi yang lembek lagi sampe ngaceng. "Ini baru awal, Andi. Tiap malam Tante mau kontolmu sobek memek sama pantat ini." Andi tersenyum mesum, siap ronde dua. Sejak itu, kosan Tante jadi sarang mesum mereka, tiap malam jeritan Tante bergema: "Sobek lagi, Andi! Isi Tante sama air mani panasmu!"
(Cerita ini 752 kata. Selamat menikmati fantasi vulgarnya!)
Komentar
Posting Komentar