**Cerita Seks Malam Hari**
**Cerita Seks Malam Hari** Malam sudah larut. Jam menunjukkan pukul 01.17. Kamar hanya diterangi cahaya bulan yang masuk lewat celah gorden. Udara dingin AC bercampur aroma tubuh yang sudah mulai memanas. Rina terbaring menyamping, hanya memakai kaos oversize hitam yang sudah naik sampai pinggang. Celana dalamnya sudah basah sejak setengah jam lalu. Di belakangnya, suaminya, Reza, pura-pura tidur, padahal napasnya sudah berat. Kontolnya sudah mengeras dan menekan bokong Rina dari balik boxer. Reza akhirnya menyerah. Tangannya merayap pelan dari pinggang Rina, masuk ke bawah kaos, lalu meremas payudaranya yang kencang. Jempolnya langsung memainkan puting yang sudah mengeras. "Mmmh..." Rina mendesah pelan, pura-pura baru bangun. "Masih belum puas dari tadi sore?" Reza tidak menjawab. Ia hanya menarik kaos Rina ke atas sampai kedua payudaranya terbebas, lalu mencium tengkuknya sambil menggesekkan kontolnya yang sudah sangat keras di celah bokong istrinya. Rina menggesekkan pantatnya ke belakang, menggoda. "Masukin..." Reza menurunkan boxer-nya hanya sampai paha. Kontolnya yang sudah licin precum langsung menempel di memek Rina yang sudah banjir. Ia gesek-gesekkan kepala kontolnya di bibir memek yang licin itu, menggoda klitoris Rina sampai istrinya menggigit bantal. "Reza... tolong..." rengek Rina. Dengan satu gerakan pelan tapi pasti, Reza mendorong pinggulnya. Kontolnya masuk perlahan, membelah memek yang panas dan sempit itu sampai pangkal. Rina menahan napas, tubuhnya mengejang. "Ahh... besar banget malam ini..." desahnya. Reza mulai bergerak. Lambat dulu, menikmati setiap inci memek istrinya yang menggenggam kontolnya erat. Lama-lama gerakannya semakin cepat. Suara "plok plok plok" pelan memenuhi kamar yang sunyi. Rina memutar badan jadi telungkup, mengangkat pinggulnya tinggi. Reza menindihnya dari belakang, tangannya meraih rambut Rina pelan sambil terus mengentotnya dalam-dalam. " keras... lebih keras, Sayang," pinta Rina dengan suara parau. Reza mempercepat ritme. Setiap kali kontolnya masuk sampai pangkal, bola-bolanya menampar klitoris Rina. Rina sudah tidak tahan. Memeknya berdenyut-denyut, cairannya keluar semakin banyak, membasahi paha Reza. "Aku mau keluar..." erang Reza. "Keluarin di dalam... aku mau ngerasain panasnya," balas Rina sambil mengejang. Beberapa detik kemudian, Reza mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya berkali-kali di dalam memek Rina. Rina ikut orgasme hebat, tubuhnya gemetar, memeknya menggenggam kontol Reza sekuat tenaga, memeras setiap tetes sperma. Mereka tetap bersambung dalam posisi itu beberapa menit, napas keduanya tersengal. Reza mencium bahu Rina yang berkeringat. "Kita belum selesai kan?" bisik Rina sambil menggoyang pelan pinggulnya, kontol Reza yang masih setengah keras di dalam memeknya. Reza tersenyum di kegelapan. "Masih panjang malam ini, Sayang." --- Mau versi yang lebih kasar, lebih romantis, atau dengan tema tertentu (misalnya stranger, tetangga, atau BDSM ringan)? Bilang aja.
Komentar
Posting Komentar