**Cerita Hot: Berantas Korupsi dengan Memek yang Menggoda**
**Cerita Hot: Berantas Korupsi dengan Memek yang Menggoda** Rina duduk di depan meja kerja Bupati Suryo dengan kaki disilangkan. Rok pensil hitamnya naik sampai pertengahan paha, memperlihatkan garis stocking tipis yang menggoda. Usianya 29 tahun, tubuhnya hasil gym setiap pagi: pinggul lebar, pinggang ramping, dan payudara 36D yang selalu membuat pria susah berkonsentrasi. Bupati Suryo, 52 tahun, gemuk, dan sudah korupsi dana desa lebih dari 8 miliar, menelan ludahnya kasar. Matanya tak bisa lepas dari belahan dada Rina yang sengaja membuka dua kancing kemeja putihnya. "Kamu wartawan katanya? Kok malam-malam minta ketemu pribadi begini?" tanya Suryo sambil tersenyum licik. Rina tersenyum manis, tapi matanya dingin. "Karena saya tahu Bapak suka urusan pribadi... terutama yang basah-basah." Dia berdiri, berjalan mengelilingi meja, lalu duduk di pangkuan Bupati itu. Kontol Suryo langsung mengeras di balik celana bahan. "Bu... Bapak punya rekaman suara dan bukti transfer ke rekening istri Bapak," bisik Rina sambil menggoyang pinggulnya pelan, menggesekkan memeknya yang sudah basah di atas kontol yang masih terbungkus celana. "Tapi saya bisa tutup mulut... dengan syarat." Suryo sudah tidak tahan. Tangannya kasar meremas payudara Rina dari belakang, merobek kemejanya hingga kancing berhamburan. Bra hitam Rina langsung ditarik ke bawah, dua puting pinknya yang keras mencuat. "Ahh... Bapak nakal," desah Rina pura-pura. Suryo menarik Rina ke atas meja kerjanya yang penuh dokumen korupsi, membuka paksa kakinya lebar-lebar. Roknya diangkat sampai pinggang. Celana dalam Rina sudah basah kuyup. Dengan kasar ia tarik celana itu ke samping, lalu menjilati memek mulus yang licin itu dengan rakus. "Ngghh... Bapak jilatinya enak," erang Rina sambil memegang kepala Suryo, menekannya lebih dalam. Lidah gemuk itu menjilat klitorisnya dengan rakus sambil dua jari masuk ke lubang memeknya yang sempit dan panas. Tak lama kemudian Rina berlutut di bawah meja. Kontol Suryo yang pendek tapi sangat tebal dicabut. Rina langsung melumatnya sampai ke pangkal. Ia mengisap dengan suara mesum "slurp... slurp...", lidahnya memutar di kepala kontol sambil tangannya meremas bola-bola kemaluan yang berbulu. "Fuck... enak sekali mulutmu," erang Suryo sambil memegang kepala Rina dan menggenjot mulutnya kasar. Rina sengaja mengeluarkan air liur banyak-banyak sampai menetes ke dokumen korupsi di meja. Tak tahan lagi, Suryo membalik tubuh Rina, membungkukannya di meja. Rok diangkat, memek yang sudah banjir terpampang. Tanpa pemanasan lagi, kontolnya yang sudah licin dimasukkan kasar ke dalam lubang Rina. "Aaahhh! Besar juga... kontol Bapak tebel banget!" jerit Rina. Suryo mengentotnya dengan kuat. Suara "plok plok plok" memenuhi ruangan meja kerja. Payudara Rina bergoyang-goyang liar setiap kali pinggul gemuk Suryo menghantam bokongnya. Ia menjepit puting Rina sambil terus menggenjot memek yang semakin banjir. "Terus Bapak... entot aku lebih keras! Aku mau dikasih pelajaran!" Rina sengaja memancing. Suryo semakin gila. Ia tarik rambut Rina ke belakang seperti tali kekang sambil mengentotnya doggy style dengan brutal. Memek Rina mengeluarkan cairan bening setiap kali kontol masuk keluar. " Mau... mau keluar!" erang Suryo. "Di dalam aja Bapak... creampie aku!" pinta Rina dengan suara genit. Suryo menggeram keras. Kontolnya berdenyut-denyut mengeluarkan sperma kental panas langsung ke dalam rahim Rina. Banyak sekali sampai memek Rina kelebihan dan menetes ke lantai. Setelah Suryo selesai dan tergeletak lemas di kursinya, Rina berdiri. Sperma masih menetes dari memeknya yang merah. Ia mengambil ponsel yang sejak tadi merekam semuanya dari sudut ruangan, termasuk percakapan sebelum seks tentang bukti korupsi. Rina tersenyum dingin sambil merapikan roknya. "Terima kasih atas 'kerjasamanya', Pak Bupati. Besok pagi KPK akan datang. Dan video ini... akan jadi bukti yang sangat 'kuat'." Ia berjalan ke pintu dengan memek yang masih penuh sperma, meninggalkan Suryo yang wajahnya sudah pucat pasi. **TAMAT** Mau versi yang lebih panjang, lebih kasar, atau dengan plot yang berbeda (misalnya Rina melayani beberapa koruptor sekaligus)? Katakan saja.
Komentar
Posting Komentar